Periode ke-28 Khotmil Qur’an Banjarsari, Hadi Purwanto Ajak Warga Istiqomah Mendoakan Leluhur

Periode ke-28 Khotmil Qur’an Banjarsari, Hadi Purwanto Ajak Warga Istiqomah Mendoakan Leluhur

 

MOJOKERTO Majapahitpos.com – 4 Oktober 2026 Paguyuban Khotmil Qur’an Makam Umum Banjarsari kembali menggelar kegiatan rutinan yang kini memasuki periode ke-28, M. Bertempat di Aula MU Dusun Banjarsari, kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti jamaah yang bersama-sama membaca Al-Qur’an, memanjatkan doa untuk para leluhur, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga. Advokat, Hadi Purwanto, ST., SH., MH., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa rutinan Khotmil Qur’an bukan sekadar kegiatan keagamaan, melainkan juga bentuk bakti kepada orang tua dan para leluhur yang telah meninggal dunia.

 

“Alhamdulillah, kita kembali melaksanakan Rutinan Khotmil Qur’an Makam Banjarsari yang sekarang sudah memasuki periode ke-28. Ini menunjukkan bahwa Allah masih memberikan kita kekuatan untuk terus istiqamah dalam menjalankan kegiatan ini,” ujar Hadi.

 

Menurutnya, terdapat sejumlah nilai penting yang menjadi landasan terselenggaranya kegiatan tersebut. Salah satunya adalah menjaga bakti kepada orang tua, meskipun mereka telah meninggal dunia.

 

 

“Jangan sampai kita baru mengingat orang tua ketika sudah berada di depan makamnya. Orang tua, kakek, dan nenek kita tidak membutuhkan harta kita. Mereka membutuhkan doa. Bacaan Al-Qur’an dan doa yang kita panjatkan menjadi bentuk kasih sayang kita kepada mereka,” tuturnya.

 

Selain sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur, Hadi menekankan pentingnya menjaga istiqamah dalam beribadah. Menurutnya, mempertahankan amalan secara rutin membutuhkan komitmen dan kesungguhan.

 

“Istiqamah itu memang berat. Tetapi kami sepakat untuk terus menjaganya. Lebih baik amalan sedikit tetapi dilakukan secara rutin daripada banyak namun hanya sesekali. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan,” ungkapnya.

 

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat spiritual bagi jamaah, tetapi juga menjadi sarana untuk memanjatkan doa bagi keselamatan masyarakat dan kemajuan Desa Banjarsari.

 

Hadi menambahkan, rutinan Khotmil Qur’an juga memiliki peran penting dalam menjaga hubungan sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, warga dapat berkumpul, beribadah bersama, dan memperkuat persaudaraan.

 

“Di sini kita berkumpul, membaca Al-Qur’an bersama, berdoa bersama, dan menjaga silaturahmi. Tradisi baik seperti ini harus terus kita rawat dan diwariskan kepada anak cucu,” jelasnya.

 

Sementara itu, Penasihat Jamaah, KH Hasan Mathori, dalam tausiyahnya mengingatkan jamaah agar tidak melupakan orang-orang yang telah berjasa dalam perjalanan hidup mereka.

 

Ia menyampaikan bahwa keberkahan hidup perlu diiringi dengan upaya menjaga hubungan baik dengan Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, guru, ulama, serta para pendahulu yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.

 

“Kalau kita menjaga hubungan dengan Allah, Rasulullah, orang tua, kakek, nenek, guru, dan para ulama, insyaallah hidup kita akan mendapatkan keberkahan,” pesan KH Hasan.

 

Ia juga mengingatkan besarnya pengorbanan orang tua dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya. Karena itu, kewajiban menghormati dan mendoakan orang tua hendaknya tetap dilakukan meskipun mereka telah meninggal dunia.

 

“Jasa orang tua sangat besar. Kita bisa hidup seperti sekarang karena perjuangan mereka. Jangan pernah melupakan orang tua, terlebih ketika mereka sudah meninggal dunia,” tegasnya.

 

Tak hanya kepada orang tua, KH Hasan juga mengajak generasi muda untuk menghormati guru dan ulama yang telah memberikan ilmu serta membimbing masyarakat. Menurutnya, jasa para guru, ulama, dan tokoh yang turut membangun desa patut dikenang dan dihargai.

 

“Tanpa guru, kita tidak akan memahami agama. Jangan pernah melupakan guru. Begitu juga dengan para ulama dan orang-orang yang telah berjasa membangun desa. Mereka semua memiliki jasa yang harus kita kenang dan doakan,” ujarnya.

 

Rutinan Khotmil Qur’an Makam Umum Banjarsari periode ke-28 ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus menjaga tradisi kebersamaan di tengah masyarakat.

 

Pesan yang disampaikan Hadi Purwanto mengenai pentingnya istiqamah dan bakti kepada orang tua, serta tausiyah KH Hasan Mathori tentang penghormatan kepada guru, ulama, dan para pendahulu, diharapkan dapat terus menjadi pengingat bagi masyarakat agar senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

 

Melalui kegiatan rutin yang terus berjalan ini, Paguyuban Khotmil Qur’an Makam Umum Banjarsari diharapkan mampu mempertahankan tradisi keagamaan yang membawa manfaat, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus.

Red Sunarmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *