MOJOKERTO Majapahitpos.com – 5 Oktober 2026 Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung As-Sayyidah Qona’ah Universitas KH. Abdul Chalim (UKHAC) di Green Campus, Jalan Raya Bendunganjati Nomor 17, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto,minggu 4 Oktober 2026.
Peresmian ini menjadi bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan berbasis pesantren untuk mendukung kebutuhan mahasiswa, khususnya mahasiswi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya Bupati H. Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Mojokerto terhadap pengembangan UKHAC.
“Pemkab Mojokerto bangga memiliki Green Campus seperti UKHAC. Ini adalah aset pendidikan Jawa Timur yang harus kita jaga dan kembangkan bersama,” kata Gus Barra.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah menilai keberadaan gedung yang dipersiapkan sebagai asrama mahasiswi tersebut merupakan fasilitas penting bagi perguruan tinggi. Menurutnya, UKHAC tidak hanya menjadi tujuan pendidikan bagi masyarakat Jawa Timur, tetapi juga menarik minat mahasiswa dari luar daerah.
Khofifah mengungkapkan, saat menghadiri kegiatan di lingkungan UKHAC, dirinya menjumpai mahasiswa dan rombongan keluarga yang berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Sumatera Utara, Palembang, dan Nusa Tenggara Barat.
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa fasilitas asrama menjadi kebutuhan nyata untuk menunjang kenyamanan mahasiswa selama menempuh pendidikan.
“Artinya, memang kehadiran asrama ini sesuatu yang dibutuhkan. Ini merupakan kebutuhan riil,” ujar Khofifah dalam sambutannya.
Ia berharap keberadaan asrama dapat mendukung pembentukan karakter mahasiswa melalui berbagai pembiasaan positif selama berada di lingkungan kampus.
Menurut Khofifah, pembiasaan kegiatan keagamaan, penggunaan bahasa, serta pengembangan jiwa kepemimpinan atau leadership dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam membentuk generasi muda yang unggul.
Ia juga mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan UKHAC yang dinilai terus melakukan inovasi dalam pengembangan pendidikan.
Khofifah menyampaikan apresiasi kepada pendiri UKHAC sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim, atas berbagai inisiatif pembangunan yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat.
Ia berharap berbagai program dan pembangunan yang digagas dapat memberikan manfaat serta keberkahan bagi masyarakat luas.
“Setiap ke sini, dua bulan sekali ada yang baru. Inovasi dan inisiasi yang luar biasa,” ungkap Khofifah, mengapresiasi perkembangan fasilitas di lingkungan Amanatul Ummah dan UKHAC.
Sementara itu, pendiri UKHAC sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim, menyampaikan bahwa pengembangan fasilitas kampus akan terus dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam sambutannya, ia juga menyinggung rencana pengembangan sejumlah fasilitas, mulai dari sarana pendukung perkuliahan hingga auditorium yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.000 hingga 3.000 orang.
Selain itu, pembangunan gedung lain di lingkungan kampus juga terus berjalan. Ia menjelaskan, salah satu bangunan yang sedang dikerjakan telah memasuki tahap penyelesaian atau finishing dan ditargetkan rampung sekitar tiga bulan ke depan.
Menurut KH. Asep, pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas lembaga pendidikan agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, baik di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, maupun dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga menyinggung rencana pengembangan fakultas-fakultas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan masukan terhadap pengembangan fasilitas kampus, termasuk sarana pendukung kegiatan akademik dan asrama, agar kualitasnya semakin baik.
Peresmian Gedung As-Sayyidah Qona’ah turut dihadiri Bupati Mojokerto H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum., anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, serta unsur pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.
Hadir pula jajaran pimpinan UKHAC, sivitas akademika, dan tokoh agama yang mengikuti rangkaian kegiatan peresmian.
Selain menjadi penanda pengembangan sarana pendidikan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.
Peresmian Gedung As-Sayyidah Qona’ah diharapkan semakin memperkuat peran UKHAC sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang memadukan pendidikan akademik, pembentukan karakter, penguatan nilai keislaman, dan pengembangan kepemimpinan.
Melalui pengembangan fasilitas secara berkelanjutan, UKHAC diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta melahirkan generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Gedung As- Sayyidah Qona’ah, para tamu undangan selanjutnya meninju sejumlah fasilitas yang terdapat di dalam gedung. Red .Sunarmi

