MOJOKERTO Majapahitpos.com – 3 Oktober 2026 Pergantian kepemimpinan di tubuh Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam acara pisah sambut yang digelar di Lapangan Polres Mojokerto, Jumat (2/10/2026), AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., resmi melanjutkan estafet kepemimpinan menggantikan AKBP Andi Yudha Pranata.
Dalam sambutan perdananya, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tugas kepolisian dengan mengedepankan pelayanan yang humanis, terbuka terhadap kritik, serta semakin dekat dengan masyarakat di Bumi Majapahit.
Di hadapan jajaran anggota Polres Mojokerto, Bhayangkari, dan para tamu undangan, Erik memilih menyampaikan sambutan secara sederhana. Menurutnya, perjalanan dan capaian pejabat sebelumnya telah tergambar melalui tayangan selayang pandang yang ditampilkan dalam acara tersebut.
Erik juga menyampaikan penghargaan kepada AKBP Andi Yudha Pranata yang ia sebut sebagai kakak asuh sejak masa pendidikan taruna. Ia mengakui bahwa bimbingan dan arahan Andi turut memberikan pengaruh dalam perjalanan kariernya hingga dipercaya mengemban amanah sebagai Kapolres Mojokerto.
“Berkat bimbingan Bang Andi ketika di taruna dulu, saya bisa sukses seperti ini karena bimbingan beliau,” tuturnya.
Sebelum bertugas di Mojokerto, Erik menjalankan tugas di Magetan. Sejumlah capaian selama bertugas di wilayah tersebut turut menjadi bagian dari pengalamannya, di antaranya capaian IPA 100, pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), serta penghargaan dari Kapolri dan Kapolda.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan Polres Mojokerto ke depan.
Dalam sambutannya, Erik juga menyampaikan permohonan agar dirinya diterima sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Mojokerto. Ia menyadari bahwa sebagai pejabat baru, dirinya masih perlu mengenal karakteristik wilayah, jajaran, dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Terakhir, dari kami sebagai orang baru di Bumi Majapahit, kami diterima sebagai warga di Bumi Majapahit ini,” katanya.
Ia turut membuka ruang bagi masyarakat maupun anggota kepolisian untuk menyampaikan kritik, teguran, dan saran apabila terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas.
“Kalau ada kekurangan dari kami, kekhilafan dari kami, mohon kami ditegur, mohon kami dikasih masukan, saran supaya kami tidak salah dalam bertindak,” ungkapnya.
Erik menegaskan bahwa kehadirannya di Mojokerto bukan untuk menciptakan jarak antara kepolisian dan masyarakat. Sebaliknya, ia ingin membangun hubungan yang lebih dekat agar Polri dapat memahami persoalan yang dihadapi warga sekaligus memberikan solusi yang tepat.
“Tentu saja kami hadir bukan sebagai pemimpin di sini, tetapi sebagai masyarakat,” tegasnya.
Salah satu poin penting yang disampaikan Erik adalah komitmennya untuk mendorong pelayanan kepolisian yang mudah diakses, responsif, dan tidak mempersulit masyarakat.
Ia berharap tidak ada warga yang merasa takut atau enggan mendatangi kantor polisi ketika membutuhkan bantuan, melaporkan kejadian, maupun mencari penyelesaian atas persoalan yang dihadapi.
“Masyarakat datang ke kantor polisi diberikan solusi, bukan diberikan permasalahan. Tidak ada lagi masyarakat yang datang ke kantor polisi, lapor kehilangan ayam harus jual sapi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pesan agar pelayanan kepolisian tidak menambah beban masyarakat, melainkan memberikan kemudahan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Erik juga meminta seluruh jajaran Polres Mojokerto untuk memperhatikan keluhan masyarakat dan terus melakukan pembenahan apabila ditemukan kekurangan dalam pelayanan.
Menurutnya, kepercayaan publik perlu dibangun melalui tindakan nyata, keterbukaan, serta kesungguhan anggota dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Suasana haru mewarnai bagian lain dari sambutan Erik ketika menyampaikan penghormatan kepada AKBP Andi Yudha Pranata beserta keluarga. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini tetap terjaga meskipun keduanya bertugas di tempat yang berbeda.
“Selamat jalan kepada kakak asuh tercinta kebanggaan kami, Bang Andi serta Mbak Diva beserta keluarga. Pintu Polres Mojokerto selalu terbuka lebar,” ucapnya.
Erik bahkan berpesan kepada seluruh anggota Polres Mojokerto agar tidak melupakan jasa dan hubungan baik dengan pejabat sebelumnya. Menurutnya, pergantian jabatan tidak seharusnya memutus komunikasi maupun silaturahmi yang telah terbangun.
“Saya memberikan perintah kepada anggota seluruhnya, Kapolres tetaplah Pak Andi Yudha Pranata, saya hanyalah penggantinya dan kita harus selalu bina silaturahmi dan komunikasi sampai kapan pun dengan beliau, setuju?” katanya.
Pesan tersebut menjadi salah satu momen yang menonjol dalam rangkaian acara pisah sambut. Penghormatan kepada pejabat sebelumnya sekaligus menjadi penegasan bahwa kesinambungan kepemimpinan dan kerja sama internal tetap diperlukan dalam menjalankan tugas kepolisian.
Kini, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengemban amanah sebagai Kapolres Mojokerto dengan membawa pengalaman dari penugasan sebelumnya. Ia berharap dukungan seluruh anggota, unsur terkait, dan masyarakat dapat memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah Mojokerto.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta mewujudkan kepolisian yang semakin terbuka dan responsif terhadap kebutuhan warga di Bumi Majapahit.
Red. Sunarmi

